Foto Copy Buku Membongkar Gurita Cikeas Laku Keras
Tidak dijualnya buku Membongkar Gurita Cikeas di toko-toko buku seperti Gramedia membuka kesempatan kepada pihak tertentu mendapatkan kesempatan meraup keuntungan besar dengan cara meng-foto copy dan dijilid dengan cover cetakan offset dan dijual dengan harga Rp. 159.000/buku.
(Nah… seorang penjual tersenyum saat saya foto dengan kamera handphone saya dari balik jendela mobil)
Kemarin siang (11/01/2010) sekitar jam 15.00 kebetulan saya mengalami kemacetan di Grogol. Ketika sampai di perempatan lampu merah saya melihat banyak penjual menjajakan buku Membongkar Gurita Cikeas.
Karena lalu lintas sangat macet dan hanya bisa merayap meter per meter lalu saya iseng menanyakan kepada penjual buku Membongkar Gurita Cikeas berapa harganya. Wow… saya langsung diperlihatkan harga jualnya yang tercetak di cover belakang buku tersebut tertulis Rp. 159.000/buku.
Selama kemacetan tersebut saya terus diburu oleh salah satu penjual buku tersebut agar saya mau membeli. Lalu tawar menawar pun terjadi cukup lama dan akhirnya dicapai kesepakatan Rp. 70.000/buku. Saya sempat tanyakan kepada penjajanya berapa buku bisa terjual sehari? Dan jawabnya bisa terjual 50 buku. Padahal waktu itu saya lihat ada sekitar 10 penjual. Wow… disatu tempat itu saja bisa dong terjual 500 buku. Gimana ditempat lainnya? Semakin dilarang, semakin laris manis! Hehehe… dasar penasaran dengan buku tersebut akhirnya saya rogoh kantung sebesar harga kesepakatan diatas untuk membeli satu.
Yah… namanya juga macet di Jakarta pasti makan waktu. Kesempatana itu saya gunakan untuk membaca buku Membongkar Gurita Cikeas yang baru saya beli. Tidak terasa kemacetan sudah berjalan selama 20 menit dan tidak saya sadari saya sudah membaca separuh buku.
(Di cover belakang tercetak harga jual Rp. 159.000, perhatikan kwalitas cetakan barcodenya sangat jelek)
Sesampai di rumah saya ingin meneruskan membaca buku Membongkar Gurita Cikeas tersebut, tapi tiba-tiba saya baru menyadari ada keanehan dengan buku tersebut yaitu cetakannya tidak sebagus buku biasanya. Lalu saya perhatikan lebih mendalam pada cetakan pada foto-fotonya, ternyata memang agak kabur-kabur alias tidak sebagus jika dicetak oleh percetakan besar dimana cetakan foto-foto seharusnya dicetak dalam raster.
Nah… buku Membongkar Gurita Cikeas yang saya beli diatas ternyata hanya FOTO COPY, tapi cover dicetak offset. Itulah yang saya maksudkan diatas ada pihak tertentu yang menggunakan kesempatan untuk meraup keuntungan dengan cara meng-foto copy lalu dijilid dengan cover offset. Buku yang hanya 183 halaman tersebut kalau difoto copy paling-paling hanya 10 ribu rupiah, plus cover offset paling juga hanya 15 ribu rupiah tapi dijual 70 ribu.
Yah… itulah namanya orang cari uang!










